HAQIQAT INSAN

Insan yang sering disebut manusia termasuk golongan hayawaniyah, baik dalam arti luar maupun dalam, akan tetapi arnyaarnya mempunyai dua sifat keadaan yang sangat menakjubkan dan mendeviasikan dengan makhluq lain yaitu "ilmu dan kemauan". Yang dimaksud ilmu disini adalah kekuatan untuk membangun, membina, dan mengembangkan serta memajukan kearah yg lebih baik, mempunyai daya cipta yang tidak bisa di raba dan memiliki hakikat kecerdasan.
Dengan kemauan yang dimaksud disini adalah nafsu, keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan setelah diputuskan oleh pertimbangan oleh aqall atas dasar ilmu yang sehat tentang segala sebab dan akibat nya.
Binatang juga pada dasarnya mempunyai keinginan juga, esensinya sama dengan manusia pada umumnya, namun tanpa rtimbangan aqal yang sehat dan berdasarkan ilmu.
Keadaan manusia semasa kanak kanak juga memiliki banyak kekurangan dalam dua sifat tersebut. Mereka memiliki nafsu, amarah dan sebagainya, baik lahir maupun batin, akan tetapi ia belum dapat menyatakan secara terang pada masa itu. Ilmu belum sampai dan belum didapat oleh kanak kanak, karena ia menurut kepada kekuatan kecerdasan manusia secara insting saja. Disitu timbul perbedaan mana dewasa mana yang belum dewasa. Perbedaan antara orang orang yang awam dengan tingkatan para Nabi,Ulama, Sufi dan para filsuf.
Kemajuan selanjutnya mungkin dicapai di samping tingkatan-tingkatan itu untuk ilmu-ilmu agama, karena ilmu selamanya tidak mengenal batas ikatan. Tingkatan ilmu yang tertinggi yang bisa didapat atau dicapai oleh kaum sufi adalah konsep mendapatkan ilham, yaitu dibukanya hijab hingga nampak padanya tempat kedudukan yang dekat dengan Yang Maha Tinggi. Kita dapat membenarkan ini dengan iman dan kepercayaan.
(Tentang konsep ini insya Alloh penulis sampaikan di kesempatan berikutnya, sugan we purun, haha).
Lanjut.....

Seorang anak tidak mempunyai pengetahuan yang dimiliki oleh orang dewasa, orang dewasa tidak selamanya dapat mencapai ilmu yang dicapai oleh orang cerdik pandai, begitu juga orang cerdik pandai tidak selamanya mengetahui hubungan kesucian antara Tuhan dengan para konsumen ilham, seperti Nabi, Rosul, dan auliya, serta kesempurnaan ilmu yang meresap pada diri mereka. Maka demikian lah berkat kesucian  mereka yang patut mendapat kemuliaan dan keutamaan yang besar karena mereka terlepas dari noda dan dosa.
Dalam salah satu hadits diterangkan,yang artinya: "sesungguhnya kehendak yang baik itu adalah untuk berpegang teguh pada tali hubungan dengan-Ku, dan aku pun berkehendak bersama-sama mereka."
Dalam suatu hadits lain diterangkan "jika sekiranya syaithon syaithon itu tidak berlengah-lengah pada hati manusia, maka manusia sudah dapat melihat keagungan "kerajaan surga".
Terang lah sudah bahwa kelebihan kelebihan yang ada pada INSAN adalah karena memiliki kecerdasan, kesadaran dan kesanggupan untuk mengeksplorasi potensi dirinya yaitu melakukan melakukan perintah perintah Tuhan yang disampaikan oleh teks teks agama, yang menjadi juru bicara naluri hati yang suci(fitrah)nya.
Disinilah letak kesempurnaan manusia, yaitu untuk mendapat keridloanNYa dengan mengamalkan ajaran agama yang benar dan universal.
So, marilah kita belajar sedikit demi sedikit untuk mengamalkan ajaran agama kita masing masing (terutama islam) agar kita sebagai manusia mendapatkan haqiqat manusia pula atau layak untuk disebut insan.
#refleksi_mamatahan_diri_sorangan.

SHARE

About Ajang Muhammad Abdul Jalil

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar