Munajat persimpangan malam.

sesayap makna dalam lantunan ayat ayat inspirasi di pertigaan malam, sejuknya bermuara dalam relung kalbu yg gelap. Kutorehkan sayup sayup merdu dI dasar hati, menghiba jalan yang telah kau taqdirkan bagi kekasihMU. Masih ku tancap gas melaju kencang seakan mengejar angin yang kemarin pergi. Tanganku takan berhenti mati matian melukis wajahMU, meski keterbatasan aqalku takan pernah mampu mampu membatasi ke maha tak terbatasanMU. Aku tak mengerti tentang arti dekatnya diriMU denganku. Jauh sejauh jauhnya, selintas terlihat wujud agung dalam lekak lekuk ciptaanMU, masih tetap ku rasakan betapa jauhnya diriMU denganku. Namun jarak selalu berhasil menciptakan kerinduan, semakin aku tau bahwa jarakMU denganku bagaikan buih lautan angka angka. Makin bergelora rasa rindu. Aku telah lelah ucing sumput dengan MU dibalik tirai gemerlapnya semesta penghias dunia. Aku telah lelah membungkam mataku dengan eloknya dunia. Aku mulai rapuh memakan usia dan dosa dengan lahapnya sehingga perutku kenyang dan menunda untuk memakan porsi Cumbu tuhan yang penuh gizi. Aku tak mau cuci mulutku berbuah penyesalan yang tak berkesudahan. Aku memang terobsesi dengan suguhan semesta ciptaanMU yang mengandung sejuta ke elokan. Namun aku takan berbahagia jika tak bertemu dengan MU sang pencipta kebahagiaan. Kurindukan dirimu bukan hanya sekedar "kebuTUHAN", bukan hanya sekedar "senTUHAN dari rerunTUHAN" tapi ku rindukan anugrah keuTUHAN dalam kepaTUHAN padaMU "TUHAN".
Ajang muhammad abdul jalil .Cipasung 29 jumaditsani 1437, 8 april 2016.
SHARE

About Ajang Muhammad Abdul Jalil

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar