Terdapat dua jenis puasa, yaitu puasa secara islam atau syariat dan puasa secara medis. Ditinjau dari segi ilmu kedokteran, puasa dengan medis adalah suatu metode yg di fungsikan sebagai penghalang tubuh dari segala jenis makanan selama beberapa jam atau beberapa hari.
Penelitian ilmiah menunjukan bahwa terhalangnya tubuh dari memperoleh air pengaruhnya jauh lebih besar daripada terhalangnya tubuh dari makanan. Seorang manusia mampu bertahan hiduphidup selama 40 hari jika ia hanya mengkonsumsi air disetiap harinya. Hal semakin mempertegas betapa dominan nya fungsi air dalam kehidupan dan betapa kuatnya kecurigaan thales pada asal mula segala kehidupan adalah air.
Pada pertengahan fase ini, tubuh mampu menghasilkan energi dari kadar gula yang tersimpan dalam bentuk glukogen. Kadar gula itu tersimpan dalam hati dan urat.
Kadar gula yang tersimpan ini akan berpengaruh kuat pada hari hari pertama berpuasa. Setelah itu, tubuh kembali membutuhkan simpanan lemak. Hanya saja, hal itu tidak menghabiskan simpanan simpanan gula yang berada di dalam tubuh saat terjadi penyusunan sel sel penting, meskipun masa puasa begitu lama.
Tubuh kemudian pengokohan dengan mengumpulkan unsur-unsur yang muncul dari aktivitas aktivitas tadi. Hal ini dilakukan dengan mengulangi penggunaannya pada proses yang baru, supaya tubuh dapat mengeluarkan energi, serta memelihara anggota anggotanya dan jaringan jaringan penting ditengah tengah berpuasa.
Jika kegiatan puasa di rutinkan dalam jangka waktu yang lama. Maka tubuh akan menghabiskan glukogen dan lemak. Saat itulah badan melakukan proses oksidasi dengan protein, yang kemudian bertransformasi menjadi zat gula penghasil energi. Ini berarti sebuah pelarutan.
Perkara yang menunjukan hikmah ilahiyah pada ritual puasa yang agung ini adalah dilakukan pada siang hari, dan bukan pada malam hari, yaitu mulai terbit fajar sampai tenggelam nya matahari, waktu dimana sibuk berberaktifitas. Hal ini adalah praktek penghancuran simpanan energi yang terdapat pada lemak dan glukogen, sehingga mampu memenuhi kadar glukosa yang diproduksi atau disimpan di dalam hati. Glukosa ini adalah makanan ideal untuk otak. Ia berfungsi memprod sel sel darah merah, membentuk tulang, sistem syaraf, otot, dan menjadikannya lebih berfungsi.
Aktivitas di tengah berpuasa mampu memenuhi energi yang diperlukan tubuh manusia dan akan dipergunakan pada semua aktivitas nya serta secara efektif berperan menetralisir anggota tubuh dari racun dan zat zat asam yang membahayakn tubuh.
Dari sini jelas lah bagi kita betapa pentingnya puasa pada syariat islam yang ditentukan waktunya yaitu mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa level kecerdasan dan kemampuan mengkonsentrasikan fikiran semakin meningkat ditengah tengah melaksanakan ibadah puasa dibulan ramadhan. Hal inilah yang memicu kenapa kegiatan pembelajaran khususnya dibidang agama lebih banyak jadwal atas nama pesantren kilat.
Andrea menegaskan bahwa kekebalan tubuh semakin bertambah kuat pada saat puasa, dengan perbandingan 10 kali lipat sebelum berpuasa, ia juga menemukan bahwa puasa dapat mengkonsentrasikan garam sodium didalam ginjal, yang berperan membantu melarutkan batu pada kedua ginjal. Hal ini dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah khususnya puasa senin kamis dan puasa dawud.
Dr. Ibrahim ar-Rawi menegaskan bahwa puasa dapat menambah kebugaran sel sel otak yang vitalitasnya berlipat ganda. Hal ini karena tubuh menghentikan aktivitas sistem pencernaan, hingga darah dengan derasnya mengalirmengalir menuju jaringan jaringan otak, untuk memberi gizi kepada gyrus(lingkar otak) dan membekalinya dengan makanan ideal agar ia dapat berfungsi. Keterangan keterangan ini merupakan penafsiran dari banyaknya orang yang berakal jernih, melakukan puasa demi membangkitkan potensi otak dan akal mereka.
So, perbanyaklah berpuasa sebagai ajang investasi kecerdasan yang menjanjikan, karena makin banyak berpuasa (bertirakat) maka semakin cerdas lah ia :-).
#memotivasi_pribadi

0 komentar:
Posting Komentar