MAKNA INTELEKTUAL MUSLIM

Kata intelektual berasal dari bahasa inggris "intelectual" yang menuridiomaticatic syntacticsyntacticdictionaryictionarydihavingry' berarti "having or spowers good mental powers and understanding" (memiliki atau menunjukkan kekuatan kekuatan mental dan pemahaman yang baik). Sedangkan kata intelect diartikan sebagai "the power of the mind by which we know reason and think," (kekuatan pikiran yang dengannya kita mengetahui, menalar, dan berpikir), disamping juga berarti sebagai seseorang yang memiliki potensi tersebut secara aktual. Kata tersebut telah masuk dalam perbendaharaan bahasa indonesia yang secara umum diartikan sebagai "pemikir pemikir yang memiliki kemampupenganalisaanaan terhadap masalah masalah tertentu (Dr. M.Quraisyysyihabb, M.A.).
Untuk memahami siapa yang dimaksud intelektual muslim, ikutilah kuliah ibu Dra. H Munawaroh, (salah satu dosen IAIC) pelajaran IAD, yaitu yang tercantum dalam surat ali imron ayat 190-195, bisa memberikan gambaran secara umum, menurut ayat tersebut sifat sifat intelektual muslim adalah sbb:
a. Berzikir atau mengingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi.
b. Memikirkan dan memperhatikan realita alam raya, tentang manfaat berganda.
c. Memahami tujuan hidupnya.
d. Memahami kebesaran Alloh serta meresapi rahasia yang terkandung dalam alam raya ketika itu ia merasa bahagia dan nyaman.
e. Berusaha merealisasikan renungannya dalam bentuk kontribusi nyata.
Jadi jelas yang dimaksud dengan intelektual itu bukan hanya sebatas orang orang yang memahami teori saja, tetapi sekaligus harus memberikan contoh pelaksanaan serta ibadah sosial nya dimasyarakat. Siapapun ia, ilmu apapun yang dikuasainya lalu diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, ia layak di beri gelar "intelektual atau ulama". Dan tidak perlu menjustifikasi kan kata "ulama" terhadap pelajar sukses agama saja. Baik ahli informatika,kimia, fisika, sosiologi, biologi, matematika, lingkungan hidup, farmasi, teknologi, filsafat, kenegaraan, sejarah, politik, geografi dll apalagi ilmu agama, asal mumpuni dalam keilmuan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mampu menjadi kannya nilai ibadah dan memperkuat aqidah, itulah yang dikatakan "ulama atau intelektual".
Wahai kawan kawan ku dimanapun anda berada, apapun yang sedang kita pelajari, asalkan niyat kita untuk kepentingan ibadah sosial masyarakamasyarakat, saat anda sukses anda adalah seorang ulama (intelek) yang menjadi pewaris nabi dan rasul yang dipundak kita lah estafet perjuangan mereka akan dititipkan.
#memotivasi_sorangan.


SHARE

About Ajang Muhammad Abdul Jalil

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar