AGAMA DULU DAN SEKARANG.
Dulu agama menghancurkan berhala, kini agama dijadikan berhala.
tak kenal tuhannya, yang penting agamanya, dulu orang berhenti membunuh, meruksak, meneror karna agama,
sekarang justru membunuh, meruksak, meneror karna agama,
Dulu agama menjadi kan orang kasar menjadi lemah lembut dan sopan santun.
sekarang orang lemah lembut dan sopan santun menjadi kasar karna agama.
Dulu orang mengasihi karna agama,
sekarang orang membenci karna agama.
Dulu orang belajar agama sebagai dasar untuk mempelajari ilmu lain yang jadi hobinya, sekarang orang hanya belajar agama saja sudah dirasa cukup.
Dulu Agama mempererat hubungan manusia dengan tuhan, sekarang manusia jauh dari tuhannya karna sibuk dengan urusan" agama.
Dulu agama di tempuh untuk mencari "wajah" tuhan, sekarang agama di tempuh untuk mencari muka di hadapan tuhan.
Esensi agama telah dilupakan, karna sekarang agama hanya legalitas yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karna agama selalu di dewakan, bahkan kualitas agama seseorang sudah di nilai hanya dengan bentuk pakaian yg dikenakan (syar'i), turunan, dan jubah yang ia pakai, sehingga apa yang dikatakannya tak pernah di anggap salah, tak pernah di tolak bahkan di ikuti sehingga ia di dewakan sebagai wakil tuhan yang mutlaq kebenarannya.
Agama kini dipertuhankan, sedangkan tuhan sekarang diabaikan bahkan di injak2.
Agama dulu memuja tuhan.
agama sekarang menghujat tuhan.
tuhan mana sebetulnya yang mengajarkan membenci?
tuhan mana yang menginginkan perkelahian?
tuhan mana yang memerintahkan manusia berbuat sombong di muka bumi?
sekarang manusia melakukan kerusuhan, fitnah, menebar kebencian, saling caci maki, bahkan ada segelintir orang yang berniat membunuh saudaranya dengan meneriakan nama Tuhan, mereka fikir tuhan akan senang dan tersenyum melihat kejahatan manusia yang berjubah agama yang memproklamirkan diri sebagai wakil tuhan.
tak kenal tuhannya, yang penting agamanya, dulu orang berhenti membunuh, meruksak, meneror karna agama,
sekarang justru membunuh, meruksak, meneror karna agama,
Dulu agama menjadi kan orang kasar menjadi lemah lembut dan sopan santun.
sekarang orang lemah lembut dan sopan santun menjadi kasar karna agama.
Dulu orang mengasihi karna agama,
sekarang orang membenci karna agama.
Dulu orang belajar agama sebagai dasar untuk mempelajari ilmu lain yang jadi hobinya, sekarang orang hanya belajar agama saja sudah dirasa cukup.
Dulu Agama mempererat hubungan manusia dengan tuhan, sekarang manusia jauh dari tuhannya karna sibuk dengan urusan" agama.
Dulu agama di tempuh untuk mencari "wajah" tuhan, sekarang agama di tempuh untuk mencari muka di hadapan tuhan.
Esensi agama telah dilupakan, karna sekarang agama hanya legalitas yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karna agama selalu di dewakan, bahkan kualitas agama seseorang sudah di nilai hanya dengan bentuk pakaian yg dikenakan (syar'i), turunan, dan jubah yang ia pakai, sehingga apa yang dikatakannya tak pernah di anggap salah, tak pernah di tolak bahkan di ikuti sehingga ia di dewakan sebagai wakil tuhan yang mutlaq kebenarannya.
Agama kini dipertuhankan, sedangkan tuhan sekarang diabaikan bahkan di injak2.
Agama dulu memuja tuhan.
agama sekarang menghujat tuhan.
tuhan mana sebetulnya yang mengajarkan membenci?
tuhan mana yang menginginkan perkelahian?
tuhan mana yang memerintahkan manusia berbuat sombong di muka bumi?
sekarang manusia melakukan kerusuhan, fitnah, menebar kebencian, saling caci maki, bahkan ada segelintir orang yang berniat membunuh saudaranya dengan meneriakan nama Tuhan, mereka fikir tuhan akan senang dan tersenyum melihat kejahatan manusia yang berjubah agama yang memproklamirkan diri sebagai wakil tuhan.
Tanpa di sadari, mereka telah menghancurkan tahta keagungan agama, keindahan ajarannya, dan merendahkan reputasi tuhan di bawah gundukan gundukan agama yang ditempuhnya.
اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى. فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
“Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS Thaahaa, 43-44)
“Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS Thaahaa, 43-44)

0 komentar:
Posting Komentar