NAKIROH MENJADI MAQSUDAH

Oleh : Shaikhuna Rojaya
Kalimat Tauhid terdiri dari dua inti, yaitu meniadakan ilah (tuhan-tuhan) yg berupa nakiroh dan menetapkan Allah sebagai yg dituju (Maqshudah). Ada nakiroh, ada maqshudah.

Hidup manusia juga sering nakiroh. Nakiroh di sini artinya diingkari, ditolak, dijauhi, dimusuhi, direndahkan dan dihinakan.

Saat berbicara, tidak didengar. Saat sms, tidak dibalas. Saat bertindak, tidak diikuti. Saat berbuat baik, dicurigai. Saat apa saja, dinafikan.

Saat nakiroh adalah saat menyedihkan. Abah Sepuh saja pernah mau meninggalkan Suryalaya untuk mencari tempat lain yg kondusif. Syekh Kholil Bangkalan memberinya petunjuk agar mengamalkan shalawat Bani Hasyim dan tidak meninggalkan Suryalaya.

Dulu saya pernah nakiroh. Beberapa orang mengingkari, menuduh, mencurigai dan memusuhi. Serangan psikologis memaksa saya ingin menjual rumah yg sudah dibeli. Untungnya ruh para mursyid tidak tinggal diam. Mereka datang dalam mimpi. Abah Sepuh, Abah Anom, dan Syekh Kholil  mengelilingi dan membaca shalawat. Isyarat untuk mengamalkan shalawat Bani Hasyim, demikian kata Ajengan Dudun.

Riyadhah shalawat Bani Hasyim selama 40 malam berturut-turut, ba'da isya, shalat sunah dan dzikir tidak boleh bicara apapun, langsung bershalawat.

Alhamdulillah kemudian beres. Panas menjadi dingin. Musuh menjadi teman. Penyerang menjadi Pendukung. Subhanallah.

Jangan mendoakan yg tidak baik kepada siapapun yg mengecewakan kita. Jangan melawan yg memaki dan memarahi kita. Serahkan pada Allah saja. Fa shabrun jamiel. Abu bakar diam saat dimaki-maki dan dimarahi seseorang. Orang itu terus memaki-maki dan memarahinya, maka Abu Bakar tidak tahan. Ia bangkit dari duduknya, berdiri dan membalas marah. Rasulullah yg dari tadi diam melihat, kemudian pergi. Abu bakar mengejar Nabi dan bertanya. Kata Nabi, saat Abu bakar diam ketika dimarahi dan dimaki, malaikat Rahmat bersama Abu bakar. Saat Abu bakar terpancing emosi dan balas memarahi, Malaikat Rahmat pergi darinya dan Rasulullah pun pergi meninggalkannya. 😭

Riyadhah mengubah nakiroh menjadi Maqshudah. Maqshudah itu kita akan dituju orang, didatangi orang, dipercaya orang, dll. Tapi ingat, Allah yg menggerakkan semua.

Ingat kisah prp cantik yg menggoda Yusuf. Dengan pertolongan Allah, Yusuf menolaknya. Prp itu nakiroh, hasrat dan dirinya dinafikan (ditolak). Prp tsb memfitnah Yusuf dan memenjarakannya. Namun, man makes story (manusia membuat sejarah). Prp tsb taubat nashuha dan saya belum tahu riyadhah apa saja yg dilakukannya, sehingga ia yg nakiroh berubah menjadi maqshudah (dituju). Allah memberikan petunjuk pada Yusuf untuk mendatangi, menerima dan menjadikannya sebagai pendamping hidupnya. Subhanallah.

Saudaraku, jika menjadi nakiroh, bersabarlah dan terus memperbaiki diri dan meningkatkan amaliyah. Sungguh kitalah yg dzalim, jangan menyalahkan yg lain. Orang lain yg memaki dan memarahi kita digerakkan oleh Allah.

Sebaliknya, jika kita jadi Maqshudah,  banyak orang minta didoakan, ada yg ingin menjual rumah, ada yg akan menjual tanah, dll. Yakinlah bukan karena kita istimewa. Kita menjadi Maqshudah (dituju) oleh orang-orang, karena kita sedang menuju Allah dan Dia berkenan menggerakkan orang-orang untuk mendatangi kita. Itu saja.
Wallahu 'alam

SHARE

About Ajang Muhammad Abdul Jalil

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: